Posted by: n4fl on: March 12, 2009
Buat ngisi libur 3 hari, aku udah plan nonton film. Kamis (5/3/9) pulang kantor, langsung ke ezy karunrung yg cuma sekali koprol dari lt4 kantorku. Minta sama mas2nya dicarikan August Rush yang kemarin diresensi sama karangs@ti.
Aku tertarik sama August Rush karena karangs@ati bilang taste film ini kayak Oliver Twist dicampur Great Expectation. Aku belum nonton keduanya, tapi Oliver Twist itu buku karangan penulis luar pertama yang aku baca, jauh sebelum alfred hitchcock, agatha christie atau john grisham, apalagi stephanie meyer…waktu itu aku masih SD kelas berapa yah???
Aku malas nonton Oliver Twist, karena gak mau merusak gambaran yang kuperoleh dari buku dengan yang bakal kudapat di film. Biasa kan, penyakitnya film2 yang diangkat dari novel…
Nah, keknya kurang seru klo cuma 1 filem…liat2 film baru, semua udah ada tulisannya : sorry, I’m out…duh.. akhirnya nyewa what happens in vegas. Keknya ini film seru bgt, apalagi yg main cameron diaz n ashton kutcher. Setidak2nya bisa lihat co cakep di film ini..hehehehe…
Malamnya, langsung putar August Rush…
Ide ceritanya sebenarnya sederhana bgt, tentang usaha seorang anak (indigo?) Evan Taylor, untuk mencari kedua orang tuanya. Dan cara yang dipilihnya dalah mengikuti suara hati..dan musiklah yang akan menuntunnya… kedengarannya sungguh naif, bukan?
…the music is around us, all u have to do is listen…
Ya, music itulah yang menuntun Evan untuk pergi meninggalkan panti asuhan, ke New York, mengikuti pemusik jalanan hingga bertemu dengan Wizard (Robin Williams jelekkkkk..masih serasa Mrs. Doubtfire deh..) dan kemudian mengganti namanya dengan August Rush, pergi ke Gereja, dan akhirnya dimasukkan ke Julliard, sekolah musik beken, dimana ibunya pernah menimba ilmu sebagai celoist.
Kesempatan August untuk bertemu ortunya terbuka ketika Julliard akan mengadakan konser besar dan menampilkan symponi gubahannya… Sayang, Wizard datang dan membawa August pergi untuk mengamen kembali di jalan.
…untunglah, August akhirnya bertemu dengan ayahnya (kedua2nya gak tau klo keduanya ayah-anak), dan sang ayah memberinya beberapa nasehat..dan bla bla bla…
cukup ah ceritanya…nonton sendiri yah…
Aku benar2 terkesan dengan film ini. ceritanya mungkin biasa2 saja, tapi tata suaranya TOP bgt! lagu2nya keren, potongan2 musik yang ditampilkan berpadu harmonis (terutama perpindahan dari saat luis ngeband ke alunan celo Lyla). Bikin takjub klo ternyata suara2 bising dan menjengkelkan sehari2 kek knalpot, klakson, pantulan bola basket, dll bisa membentuk suatu simponi…
Saking terhanyutnya aku akan keindahan lagu2nya, aku bahkan sampai nungguin film ini benar2 habis, pdhal biasanya klo udah ada tulisan nama2nya udah langsung cabut…
Pengen sih donlot sontreknya, terutama la bamba yang versi apa yah?? tapi enak didengar gituh…di blognya karangs@ti ada cara2nya, tapi sayangnya aku nggak tau caranya, nda punya IDM jugah.
Nah, buat moms-to-be yang pengen anaknya punya bakat musik alami, ayo perdengarkan musik buat anak sejak dini, sejak masih dalam kandungan. Sapa tau kelak sang bayi bakal jadi the next Mozart…
habis nonton film ini yang kupikir : klo seandainya si Evan tinggalnya di Indonesia, kira2 nama bekennya apa yah?
mmm…mungkin “Doa Ibu” atau ‘Sabar Menanti” atau yang paling parah : “Kutunggu Jandamu”
hehehehehehe
April 29, 2009 at 3:50 am
Ow, jadi yang sy nonton di metro hari itu judulnya August Rush? Tadi saya baca portinganmu sambil mikir, sepertinya sy pernah nonton film ini…bagus ya???