Posted by: n4fl on: March 23, 2009
artikel ini saya baca di kontan minggu III Maret 2009, ditulis oleh Ekuslie Goestiandi.
Good article, mengingatkan kita semua bahwa Tuhan menciptakan 2 telinga dan 1 mulut, tak lain agar manusia lebih rajin mendengarkan daripada berbicara. Ditambahkan pula pendapat Stephen Covey, bahwa untuk mendengarkan (to listen, bukan hanya to hear) secara efektif, seseorang harus mampu menyimak apa yang disampaikan orang lain secara terbuka dan tidak menyeleksinya sesuai dengan kepentingannya sendiri.
Yang paling bikin aku tertohok : mendengarkan secara efektif berarti memberikan kesediaan yang sungguh-sungguh untuk memahami apa yang disampaikan orang lain, bukannya mengaktifkan pikiran untuk sigap menjawab dan menangkal diri.
Selama ini, mungkin inilah yang menjadi hambatan komunikasiku yang utama… memang aku mendengar, tapi yang ada di pikiranku adalah pembelaan diri apa yang bisa langsung kusemburkan selepas ybs ngomong…
bicara pun, kadang tanpa dipikir2 dulu (talking without speaking). Tentu saja hasilnya adalah komunikasi yang tidak efektif, dan ujung2nya cuma bikin sakit hati.
yah..mudah2an ke depan bisa lebih baik. I promise!
hi, ….
i’m listening !
or, reading (i really dont know)
yang punya blog mana nih ?
kok gak pernah posting ……….
March 23, 2009 at 8:36 am
kublog di internet
http://kppkuningan.mine.nu/blog/start/