Ufa’s weblog

a very yuppy wedding

a very yuppy weddingA very yuppy wedding. Dari sampulnya saja, orang sudah bisa menebak klo sang tokoh utama dalam buku ini must be a very busy person, punya deadline dan taget yang ketat, dll. Yupz, sang tokoh tersebut adalah Andrea, seorang bankir, yang seperti dijelaskan di sinopsisnya punya jadwal 24/7.

Klo ceritanya sih, biasa aja, kek sinetron. Novel itu menceritakan kehidupan Andrea, seorang bankir cewek dalam mempersiapkan pernikahannya dengan Adjie, bankir sekantornya. Plotnya agak maju-mundur, tapi tenang saja, alurnya gampang diikuti kok.

Kisah dimulai ketika Andrea dan Adjie beserta tim kantornya sedang melakukan perjalanan dinas ke Sumatera, kemudian flashback setahun lalu ketika mereka mulai pacaran. Karena di bank ada peraturan yang menyatakan suami-istri tidak boleh bekerja di bank yang sama, maka mereka pacarannya backstreet. Dibumbui dengan masalah teman2 baik mereka, mantan2, teman sekantor yang tidak tahu mereka pacaran, calon mertua, wedding organizer yang schedule-minded bgt, dll.

Klimaksnya ketika malam sebelum pernikahan mereka, sewaktu Andrea merenungkan kembali dan menghitung kembali pengorbanan-pengorbanannya atas nama cinta demi terwujudnya pernikahan dengan Adjie, hingga akhirnya ia sadar (atau disadarkan?) bahwa cinta sejati itu bukan take-and-give, melainkan always give the best, dan akhirnya ditutup dengan hari pertama berkantor setelah bulan madu.

Sepintas ni novel narsis bgt , cerita soal borjunya orang2 yang kerja di perbankan, banyak menyebut istilah2 bisnis, tempat2 makan atau hang out serta merek2 baju n pernik2nya dan nama2 perancang yang jauh di luar anganku namun mungkin biasa aja bagi kaum sosialita di ibukota.Bayangkan saja, mereka dapat apartemen dinas, mobil dinas, perjalanan bisnis-entah itu OTS atau sekadar main golf sama klien-sampai pelatihan di luar negeri. Yang bikin tambah cemburu, mereka bilang bonus tahunannya sampai 8x gaji!

Dialog-dialognya lucu, didominasi dengan percakapan santai lo-gue tambah-batak-dikit-campur-jawa-secukupnya dan hampir sepertiganya adalah conversation in English. Wuih, bu Ika ini emang gape bener bahasa inggrisya, secara dia pernah kerja di ostrali. Andai Ika Natassa mau ngajarin Cinta Laura EYD-nya bahasa inggris…

Bagian yang paling aku suka waktu saking malesnya Andrea dikejar2 sama wedding plannernya soal makanan bakal suguhan pesta, dengan entengnya dia bilang mo kasi Cheetoz ajah. OMG, makanan apa pula itu..!

Jadi ingat sama komennya teman di GoodReads : this novel just like a popcorn, cocok buat cemilan nonton sinetron (gak takut muntah bu)

Kesimpulan : Recomended buat yang mo merit sama orang bank (wets, siapa tuh..). Biarpun bau2 sinetron, novel ini menyuguhkan bacaan yang ringan, lucu, sekaligus romantis…namanya juga novel metropop!

ps: meski cemburu berat lihat kehidupan borjunya para bankir, aku tetap bersyukur bgt bisa kerja di tempatku sekarang…..

2 Responses to "a very yuppy wedding"

thanks review-nya ya. yg bikin gw ktawa: andai gw mo ngajarin cinta laura. hahaha, that’s gonna freak her out ;)

Duh, jadi malu reviewku dibaca sama sang author. Sori ya jeunk..
Cinta Laura keknya memang perlu seseorang untuk mengajarinya bhs inggris yang baik dan benar …
Sukses terus ya..Ditunggu buku ketiganya…

Leave a Reply